lcLB9QMQam2libjfHWIRa1O2PTahFmLdYn1lizA9

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

Jenis Ikan Cupang Alien / Betta Mahachaiensis

Wallpaper Ikan Cupang Alien
Ikan cupang alien (Betta mahachaiensis) merupakan jenis ikan cupang asli berasal dari Thailand. Sekarang, Jenis ikan cupang hias ini mulai terkenal di kalangan penghobi ikan cupang di Indonesia dan membuat mereka banyak diminati sebagai binatang peliharaan alias ikan hias. Karena tergolong sebagai spesies ikan cupang baru, maka sangat sedikit sekali informasi tentangnya, apalagi dalam bahasa Indonesia. Dan itu akan membuat kalian para pemiliknya merasa kurang lengkap, bila belum tahu lebih detail tentang mereka. Maka blog ini akan melakukan perannya, yaitu membagikan wawasan.

Ikan Cupang Alien (Betta mahachaiensis)
Nama mahachai diambil dari daerah awal mereka ditemukan. Cupang alien mampu tumbuh hingga berukuran 50 - 60 mm. Dapat hidup hingga umur berapa adalah belum diketahui. Status mereka di alam liar menurut IUCN Red List adalah Not Evaluated (NE).

Klasifikasi Ikan Cupang Mahachai

Kingdom Animalia
Phylum Chordata
Class Actinopterygii
Order Anabantiformes
Family Osphronemidae
Genus Betta
Species B. mahachaiensis

Sejarah

Betta mahachaiensis ditemukan atau lebih tepatnya di klasifikasilan pada tahun 2012 oleh sebuah tim berisikan ahli biologi yang dipimpin oleh Dr Chanon Kowasupat. Ikan itu ditemukan di Provinsi Samut Sakhon di Thailand. Namanya diambil dari nama daerah sub-distrik tersebut.

Namun ada sebuah kisah berbeda, yaitu pada tahun 2001, seseorang bernama Nonn Panitvong, founder dari siamensis.org sekaligus juga konglomerat pabrik tebu dan peraih penghargaan “Asean Biodiversity Hero Award”,  telah jauh lebih dulu menemukan ikan ini daripada Dr Chanon Kowasupat. Pengalaman itu kemudian ia tulis di ibcbettas.org pada tahun 2002. Berikut cerita nya :

Pada suatu sore di bulan Oktober, 2001. Aku bersama dua teman baikku sedang berada di bahu jalan raya yang ada di daerah Mahachai, letaknya di provinsi Samut Sakhon, Thailand. Di hadapan kami terdapat hutan rawa ditumbuhi oleh Nypa fruticans, sejenis tanaman palem yang hanya tumbuh di air payau. Kami melihat rawa itu sangatlah berlumpur, dan dalam bayangan kami tidak tahu seberapa dalam rawa itu. Suasana di rawa itu banyak sampah, mulai dari kantong plastik hingga kursi lapuk. Tidak mengherankan karena lingkungan itu dekat dengan perkotaan dan lingkungan industri. Jujur kami merasa pesimis dan meragukan apakah ada makhluk hidup seperti hewan yang tinggal dalam lingkungan ini. Tetapi semua pemikiran itu di patahkan oleh ikan Aplocheilus panchax yang sedang berenang.

Kedatangan kami ke daerah ini sebenarnya bertujuan untuk membuktikan sebuah keyakinan yang datang dari para ahli ikan bahwa terdapat spesies/jenis baru dari genus Betta. Sebenarnya saya sudah melihat sendiri dengan mata kepala saya dan memang benar mereka memiliki banyak perbedaan dibandingkan spesies ikan cupang lainnya. Tetapi tetap saja saya harus melihat mereka berenang di habitat alaminya mereka untuk membuat saya benar-benar percaya bahwa ikan cupang ini merupakan spesies baru. Dan bukan cupang hibrida. Beberapa orang mengatakan bahwa ikan cupang ini merupakan hibrida yang dilepaskan, tetapi bila memang benar maka tidak mungkin penyebaran mereka bisa sangatlah luas.

Pagi hari merupakan waktu dimulainya pencarian kami, diawali dengan mendatangi peternak ikan cupang setempat dan setelah bernegosiasi cukup panjang untuk meyakinkan kepadanya bahwa kami tidak akan mengambil ikan cupang jenis ini dalam jumlah besar dari habitatnya dan juga tujuan utama kami adalah untuk ilmu pengetahuan. Selanjutnya dia setuju untuk memberitahu kami dimana tempat untuk menemukan ikan cupang liar asal Mahachai.

Kembali ke rawa. Kali ini kita memutuskan untuk masuk ke air rawa. Kita telah melalui perjalanan yang panjang dan kita tidak bisa kembali lagi. Alas kaki kami hanyalah sandal, setelah kami masuk ternyata aroma airnya tidak seburuk yang dibayangkan. Kami memiliki pengalaman sebelumnya tentang menangkap ikan cupang di alam liar. Sehingga kami memutuskan tidak mencari mereka di tengah-tengah rawa, melainkan di pinggir rawa dengan tanaman air di sekitarnya. Tanaman air adalah tempat yang mereka sukai untuk berkamuflase. Setelah beberapa kali serokan, apa yang kami dapatkan adalah ikan Aplocheilus panchax dan udang-udang kecil.

Setelah 15 menit berlalu, kami tetap tidak mendapatkan apa yang kami inginkan. Sementara itu kami melihat 3 anak kecil di pinggir rawa sedang cekikikan dan kami juga mendengar bisikan mereka mengatakan “Orang-orang kota ini tidak mungkin bisa mendapatkan ikan cupang mahachai bila cara yang mereka lakukan tetap seperti itu”

“Ok, bila kalian tahu bagaimana cara menangkap ikan cupang mahachai mengapa kalian tidak menunjukannya”. Begitulah kataku.

Mereka lalu menyetujuinya. Anak-anak itu lalu menyuruh kami mencari sarang gelembung di antara tangkai palem. Mereka mengatakan sarang cupangnya cukup kecil dan padat. Jika kalian menemukan sarang busa yang cukup besar maka itu milik ikan sepat rosby batik. Mereka pun kemudian mulai mencari cupang liar itu bersama kami, tidak berselang lama seorang anak lalu menemukan sarang cupang ini. Dan kami pun terkejut bahwa dia bisa menangkap ikan petarung ini hanya dengan tangan kosong. Kami kemudian mendekatinya dan melihatnya lebih dekat. Bentuknya mirip dengan cupang B. imbellis, namun bila lebih diteliti lagi akan nampak perbedaanya. Apa yang kamu pikirkan pertama kali adalah apa yang ikan cupang ini lakukan di daerah ini, di dataran tengah. Seharusnya ini milik cupang B. splendens. Tetapi B. splendens pun tidak dapat mentolerir air payau.

Hari berganti dan kami membawa pulang ke rumah 9 ekor ikan cupang mahachai, tidak luput pula goresan luka yang ada di kaki. Tapi semua itu terbayar menjadi sebuah kesenangan ketika kami mengetahui bahwa salah satu dari ikan cupang itu adalah betina mahachai. Setibanya di rumah, saya kemudian meletakan mereka di air ber pH 7.8 dengan tambahan sedikit garam ikan di airnya. Betina itu kemudian kawin dengan salah satu pejantan dan menghasilkan beberapa anakan yang kemudian saya bagikan kepada teman-teman dekat saya.

Saya pun bertemu dengan orang dari daerah mahachai yang memiliki ketertarikan yang sama dengan ikan hias ini. Lalu kami saling bertukar ikan untuk memperbanyak keanekaragaman gen dan sekarang ikan itu telah menyebar ke seluruh dunia. Tidak luput, saya juga memberikan beberapa ekor ke departemen perikanan untuk diidentifikasi. Mereka kemudian mengkonfirmasi kepada saya, kemungkinan ikan cupang ini merupakan spesies baru tetapi harus lebih banyak sampel agar kami menetapkan kepastiannya. Dan ikan dari penangkaran adalah sampel yang kurang baik untuk membuktikan sebuah ikan adalah new spesies atau bukan.

Habitat, Air dan Distribusi

Ikan cupang alien / B mahachaiensis pada habitat aslinya, suka berenang di air payau. Ini dibuktikan dengan peta penyebaran mereka seperti pada gambar di bawah. Dimana wilayah Samut Sakhon terletak di pinggir / berdekatan dengan laut.

Penyebaran Ikan Cupang Alien B. mahachaiensis
Selain itu mereka ternyata mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap pencemaran lingkungan atau air tempat mereka tinggal, itu dibuktikan oleh para peneliti ketika melihat habitat asli mereka ditemukan. Meskipun begitu, kita tentu tidak ingin ikan cupang kesayangan yang telah kita dapatkan hidup di air seperti itu dan berusaha memberikan yang terbaik agar mereka dapat hidup dengan bahagia. Semoga semua makhluk berbahagia.

Habitat Asli Ikan Cupang Alien B. mahachaiensis

 pH air harus berkisar 6.87 - 7.80 dengan salinitas berkisar 1.1 - 10.6 ppt.

Makanan

Ikan cupang alien / B. mahachaiensis saat berada di alam liar suka memangsa hewan-hewan kecil seperti Invertebrata maupun zooplankton atau sesuai dengan ukuran mulut mereka. Namun saat menjadi hewan peliharaan, para pemilik dapat memberikan mereka makanan berupa cacing beku, bloodworm, artemia, dephina, dan jentik nyamuk.

Kawin dan Berkembang Biak

Perbedaan antara cupang alien jantan dan betina dari segi warna adalah jantan memiliki warna tubuh lebih gelap sedangkan betina lebih terlihat berwarna coklat atau kusam, tidak seberwarna jantan.
Perbedaan Ikan Cupang Alien B. Mahachaiensis Jantan dan Betina
Masuk ke dalam jenis cupang bubble nest / sarang gelembung. Belum tahu seberapa banyak telur yang dihasilkan cupang mahachaiensis betina. Tetapi yang jelas cara mereka kawin itu sama seperti ikan cupang bubble nest lainya. Dimana telur akan menetas dalam waktu 24 - 48 jam setelah mereka dilahirkan. Kemudian kuning telur pada burayak akan habis dalam kurung 3 - 4 hari setelah mereka menetas.

Karakter

Seperti yang kita ketahui, bahwa sifat dari ikan cupang adalah teritorial dan agresive membuatnya tidak disarankan untuk menempatkan mereka satu akuarium bersama dengan spesies ikan lain bahkan satu jenis atau kata sederhana nya adalah harus diisolasikan.

Jenis Cupang Alien Hybrid

Betta mahachaiensis asli liar/alam atau keturunan murni dengan warna yang masih sederhana itu adalah versi klasiknya atau originalnya. Namun bila menginginkan sesuatu yang lebih kekinian/modern dan lebih berwarna maka apa yang kalian cari adalah cupang alien hybrid.

Ikan Cupang Alien Solid Green
Ikan Cupang Alien Solid Blue Ikan Cupang Alien Solid Steel Blue
Ikan Cupang Alien Solid Copper / Rose Gold

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar