lcLB9QMQam2libjfHWIRa1O2PTahFmLdYn1lizA9

Laporkan Penyalahgunaan

Cari Blog Ini

21 Dinosaurus Karnivora Pemakan Daging

Dinosaurus karnivora pemakan daging memanglah sebuah topik menarik untuk dibahas, mulai bagaimana mereka mencari makan dan bertahan hidup. Artikel ini sangatlah penting bila kalian tidak sengaja terlempar ke waktu bumi masih primitif, sekitar 65,5 juta tahun lalu bersama reptil raksasa berbobot puluhan ton dengan gigi runcing dan kebanyakan dari mereka adalah pemakan daging dan masih berkeliaran bebas, itu membuat saya tidak bisa membayangkannya.

Walaupun kita tahu, pengetahuan tentang dinosaurus karnivora maupun herbivora yang dijabarkan oleh paleontologi sekarang hanya hasil berdasarkan pemikiran mereka bercampur dengan bukti dari fosil tulang, jejak atau benda lainnya yang berhasil ditemukan dari binatang telah punah lebih dari 50 jutaan tahun lalu ini.

Dinosaurus karnivora memanglah lebih banyak daripada dinosaurus pemakan tumbuhan. Sebagai pemakan daging tentu saja mereka dibekali oleh fisik kuat dan tangguh untuk berburu mangsa kemudian membunuhnya. Selain Tyrannosaurus Rex (T-rex), sebagai hewan prasejarah karnivora yang jika kalian tanya kepada anak-anak pasti mereka akan menjawab dengan nama ini. Bukan hal mengejutkan bila spesiesnya lebih populer, karena hal ini dipicu oleh budaya pop dan perfilman yang terlalu banyak mengekspos dinosaurus bergigi tajam ini.

Kita tahu bahwa hewan prasejarah zaman reptil tidak hanya 21 dinosaurus karnivora pemakan daging. Tetapi masih banyak sekali spesiesnya dengan nama dan embel-embelnya, mulai dari terbesar, terganas, dan terkuat.

21 Jenis Dinosaurus Karnivora Pemakan Daging

Sebelum itu saya mengucapkan selamat datang di Zaman Reptil / Era Mesozoikum.

  1. Gracilisuchus

gracilisuchus stipanicicorum

Mari kita awali dari dinosaurus karnivora dengan ukuran tidak terlalu besar. Gracilisuchus hidup 248 - 206 juta tahun lalu, dinosaurus dengan panjang hanya 30 cm diikuti tinggi dan beratnya tidak diketahui. Namanya memiliki arti “buaya yang ramping”. Fosilnya ditemukan di Argentina. Kemungkinan bisa dibilang, jenisnya merupakan dinosaurus karnivora pemakan daging berukuran kecil.

Memiliki kaki belakang lebih panjang daripada bagian depan, membuat mereka dapat berdiri dengan dua kaki dibantu oleh ekor lumayan panjang sebagai penyeimbang.

Rahangnya mirip seperti buaya pada masa sekarang, membuatnya sempurna untuk menyambar lalu mencengkram mangsanya untuk mendapatkan daging segar.

Cakar tajam namun tidak pernah digunakan dalam berburu makanan karena terlalu pendek sehingga memberikan keterbatasan dalam mencengkram mangsa yang ingin meloloskan diri.

Termasuk kedalam predator cakap pergerakannya. Dibantu oleh tubuhnya kecil dapat berlari kencang menggunakan dua kaki membuatnya dapat mencuri makanan dari bagian depan binatang karnivora lain berukuran lebih besar.

Pada periode Trias, dimana ukurang serangga sudah mulai mengecil, itu tetaplah menjadi makanan enak buat karnivora kecil bergigi tajam, selain juga ikan yang sedang berenang.

  1. Coelophysis

coelophysis diet

Namanya memiliki arti “Berongga” merujuk pada kondisi tulangnya yang berongga dan juga ringan. Kondisi itu menyebabkannya sangat cepat dalam berlari ditambah kaki berongga nan tangguh, tubuh ramping, ekor panjang sebagai penyeimbang saat berlari. Desain tubuhnya sangatlah cocok sebagai dinosaurus karnivora untuk menangkap mangsa di padang rumput.

Berat mencapai 45 kg, tinggi hingga 3 m. Dilengkapi oleh engsel rangkap pada rahang membuat gerakannya dapat maju - mundur ditambah dengan gigi tajam menjadikannya sebagai mulut gergaji, siap memisahkan daging dari tulangnya.

Saking karnivoranya terkadang juga diceritakan bahwa Coelophysis memakan anaknya, terutama pejantan. Namun itu masih diperdebatkan oleh para paleontologi. Tapi kanibalisme bukanlah hal mustahil di kerajaan hewan. Mengingat binatang masa kini juga melakukan hal yang sama seperti simpanse, hewan pengerat dan lainnya.

Namun dari penelitian ulang fosil pada tahun 2002 menunjukan bahwa di dalam perut fosil Coelophysis bukanlah anaknya, melainkan spesies reptil lain yang memang mirip dengan Coelophysis muda.

Fosil dinosaurus karnivoranya banyak ditemukan di Ghost Ranch, New Mexico.

  1. Herrerasaurus

herrerasaurus facts

Hidup sekitar 220 juta tahun lalu. Namanya diambil dari nama penemunya seorang pengusaha peternakan bernama Victorino Herrera. Tinggi sekitar 1 m lalu 3 m untuk panjang sedangkan berat hingga 350 kg.

Jangan dibayangkan bahwa warna dari kulit dinosaurus sungguhan itu berwarna warni. Faktanya bahwa kita tidak tahu, warna sesungguhnya kulit bersisik mereka. Walaupun kita mendapatkan kepingan kulit dinosaurus asli, tapi karena proses fosilisasi membuat pigment terdapat pada kulit pasti akan memudar.

Tapi apakah benar mereka se-colorful itu ?. Tidak diketahui kepastiannya. Warna kulit terinspirasi dari katak pohon dimana semakin berwarna kata pohon maka ia memberi indikasi bahwa dia beracun / mematikan. Menjadi hal yang cocok untuk diterapkan pada reptil buas karnivora pemakan daging. Itulah menjadi referensi orang-orang saat menentukan warna kulit dinosaurus.

Referensi kulit juga diambil dari keturunan mereka - burung - kita melihat bahwa burung jantan dewasa memiliki penampilan lebih menarik untuk menarik betina agar mau kawin dengannya. Betina burung berwarna lebih kusam dan ukurannya kecil, semua bertujuan untuk keamanan saat melahirkan anaknya.

Tetapi berbeda dengan Herrerasaurus. Betinalah yang lebih aktif, ukuran lebih besar, warna lebih cerah, melakukan perburuan sebagai karnivora penyuka daging. Sementara jantan berukuran lebih kecil, warna kusam membosankan bertugas menjaga anak-anaknya. Semuanya berdasarkan dari fosil dua dinosaurus Herrerasaurus yang ditemukan memiliki kelamin berbeda.

  1. Postosuchus

postosuchus walking with dinosaurs

Ukuran dinosaurus karnivora berikut memang bukan yang terbesar namun tetap lebih besar daripada dinosaurus Herrerasaurus. Dengan bobot 680 kg, panjang 5 m, tinggi 1,2 m.

Sebagai predator pemakan daging, mereka dilengkapi tubuh gempal terdiri dari tulang sebagai perisai untuk menahan serangan. Ekornya juga sebagai senjata pemukul mundur musuhnya, sangat sedikit hewan memakai ekornya untuk mempertahankan diri. Berkaki empat, mirip buaya namun bagian belakangnya lebih panjang ditambah dapat berdiri dengan dua kaki. Gigi tajam bergerigi seukuran pisau untuk merobek daging. Rahang kuat dengan langit-langit lentur untuk menelan sebongkah daging Cakar kuat tambah tubuh gesit. Tidak diragukan lagi bahwa dinosaurus ini adalah karnivora.

Sebagai dinosaurus karnivora, mangsanya diperkirakan meliputi mamalia dicynodont bertubuh lambat nan gempal, juga aetosaurus berkulit tebal bagai baja.

  1. Cryolophosaurus, Dinosaurus Pemakan Daging Bermahkota

cryolophosaurus dinosaur king

Masuk dalam periode Jura. Kita bertemu satu dinosaurus karnivora dimana memiliki hiasan kepala layaknya sebuah mahkota. Seluruh tubuhnya berbobot 525 kg.

Mahkota berasal dari perpanjangan tulang hidung tengkorak, lebih mirip sebuah sisir. Terdapat tanduk sebagai aksesoris dikarenakan terlalu rapuh sebagai senjata pertahanan. Gigi berderet melengkung kedalam layaknya kail agar lebih mantap saat mencengkram daging.

Fosilnya ditemukan di Antartika dan menjadi dinosaurus pemakan daging pertama yang ditemukan di sana. Sebuah tempat ditutup es membeku memberikan perdebatan pada kalangan ilmuwan tentang apakah reptil karnivora pemakan daging ini berdarah dingin atau panas ?.

  1. Dilophosaurus, Dinosaurus Karnivora Bermahkota Ganda

dilophosaurus adalah

Masih berkerabat dekat dengan Cryolophosaurus, dilihat dari kemiripan jambulnya. Namanya berarti “Dinosaurus bermahkota ganda”. Walaupun karnivora, Dilophosaurus lebih mengandalkan cakarnya daripada gigi di rahang mereka saat berburu mencari daging hidup. Semua dikarenakan karena rahangnya yang terlalu lemah untuk mencengkram mangsa memberontak ketika tertangkap.

Paleontologi menduga, mahkota dinosaurus karnivora Dilophosaurus memiliki fungsi untuk menakuti pejantan lain atau memikat betina saat musim kawin.

Bobot tubuh mencapai 200 - 450 kg diikuti panjang hingga 7 m. Berdiri menggunakan dua kaki dari hasil temuan jejak kali yang ada di Red Fleet Dinosaur Track Park di Utara, Amerika Serikat.

Fosilnya pertama kali ditemukan oleh paleontologi bernama Sam Welles pada tahun 1942. Kemudian dinosaurus karnivora besar ini cukup terkenal karena telah masuk film layar lebar Jurassic Park karya Steven Spielberg.

  1. Dimorphodon, Dinosaurus Karnivora Terbang Pertama

dimorphodon skeleton, dinosaurus terbang

Sebagai genus dinosaurus terbang pertama di dunia, penampilan dimorphodon cukuplah menyeramkan sekaligus aneh dengan gigi tajam ditambah berkepala besar. Meski demikian ukuran tengkorak otaknya sangatlah kecil sehingga bisa disimpulkan bahwa tingkat intelegensinya kurang.

Sebagai hewan terbang kemungkinan dinosaurus dimorphodon diperkirakan memiliki penglihatan yang baik. Menghabiskan waktu berjam-jam terbang dengan sayap selebar 1,4 m dan satu ekor panjang dengan ujung berbentuk wajik berguna menyeimbangkan tubuhnya disaat terbang.

Tergolong piscivora membuat ikan, cumi-cumi sebagai makanan favoritnya. Tidak menutup kemungkinan bahwa reptil kecil lainya juga menjadi santapan karnivora terbang pertama ini.

  1. Megalosaurus

megalosaurus pemakan daging

“Kadal besar” diartikannya, perkiraan beratnya berkisar 1,3 - 3 ton. Penemuan fosilnya pertama kali terjadi pada tahun 1676 oleh Richard Owen.

Menyerang dan ingin memakan dinosaurus besar seperti Cetiosaurus akan membuatnya kualahan dan berpikir dua kali. Namun akan menjadi kesempatan menguntungkan bila mangsa besarnya telah terluka dan linglung. Dengan mulut besar ditambah gigi tajam megalosaurus, ia lalu menyerangnya secara hidup-hidup, memakan dan mencabik dagingnya.

Walaupun dinosaurus dapat memangsa hewan yang lebih besar darinya. Tapi bila kita melihat para pemangsa di masa sekarang dengan memilih buruannya yang terlemah dan terkecil. Bisa jadi dinosaurus, melakukan hal yang sama. Kecuali mangsanya besarnya sudah tidak berdaya.

  1. Ophthalmosaurus, Dinosaurus Karnivora Air

ophthalmosaurus, dinosaurus karnivora air

Walaupun penampilan fisiknya seperti lumba-lumba, itu tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan mamalia laut paling jenius itu. Dari gaya hidup dan perilaku pun sudah sangat berbeda. Hewan punah ini merupakan dinosaurus karnivora dengan habitatnya adalah air. Sehingga mereka bukanlah mamalia melainkan reptil. Arti namanya pun sudah jelas menggambarkan sosoknya, "Kadal bermata".

Memiliki mata besar berdiameter 10 cm dirancang untuk melihat dalam perairan dengan jelas. Dua pasang sirip di setiap sampingnya. Ekor sirip berbentuk vertikal bergerak kanan dan kiri. Ditambah tubuh mirip seekor lumba-lumba. Desain tubuhnya terbilang modern dibandingkan hewan primitif lain. Dan cocok sebagai pemburu karnivora pemakan daging dikarenakan mencakup 4 hal penting - kecepatan, ketangkasan, daya tahan sekaligus kekuatan.

Bobot dinosaurus pemakan ikan ini bisa mencapai 3 ton dengan panjang 6 m.

  1. Allosaurus

allosaurus, dinosaurus karnivora ganas

Hidup pada periode akhir jura, sekitar 154-144 juta tahun lalu. Dinosaurus karnivora ini sangatlah terkenal dikarenakan memiliki tubuh gagah dan besar.

Berdiri, berjalan dan berlari menggunakan dua kakinya dengan ekor sebagai penyeimbangnya. Tanpa ekor, dinosaurus besar ini akan jatuh tersungkur dikarenakan berat bagian depan.

Tergolong sebagai dinosaurus pemakan daging dimana memiliki lubang hidung besar memuat allosaurus beruntung karena dapat mencium mangsanya dengan mudah saat melakukan perburuan.

Sebagai karnivora, mereka memiliki berat hingga 2.5 ton, panjang 8.5 meter, tinggi 4 meter.

Penemuan fosilnya sangat membuat para paleontologi senang karena terdapat ribuan, dengan jejak kaki dibarengi oleh telur yang diyakini milik dinosaurus besar ini, kebanyakan ditemukan di Amerika serikat, ada juga di Eropa dan benua Afrika.

  1. Archaeopteryx, Dinosaurus Karnivora Berbulu

archaeopteryx, dinosaurus karnivora berbulu

Muncul sebagai hewan terbang berbulu pertama di dunia. Dan menjadi sebuah pertanyaan, Archaeopteryx itu burung, dinosaurus atau spesies rantai evolusi yang hilang ?.

Walaupun memiliki sayap, masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan tentang apakah Archaeopteryx memang benar bisa terbang. Atau hanya digunakan untuk berayun-pindah dari atas pohon satu ke atas pohon lainnya.

Tubuhnya kecil seukuran burung merpati dengan bobot sekitar setengah kilogram, panjang 60 cm diikuti tinggi 30 cm. Sebagai predator pemakan daging, mereka memiliki paruh mirip rahang dinosaurus dilengkapi dengan gigi tajam. Kaki mirip seperti burung emprit, tiga jari menghadap depan dan satu jari menghadap ke belakang. Bisa dibilang tubuhnya merupakan gabungan dinosaurus dan burung.

Diperkirakan sebagai karnivora mereka lebih sering memakan serangga dengan meloncat-loncat hingga akhirnya dapat terbang.

  1. Ceratosaurus, Kadal Bertanduk

ceratosaurus, kadal bertanduk

Memiliki arti “Kadal bertanduk”. Saat semakin tua, tanduknya akan tumbuh semakin besar. Teori awal berpendapat bahwa tanduk dinosaurus karnivora Ceratosaurus digunakan untuk berburu mangsa. Namun setelah dilakukan penelitian ulang, para ilmuwan lebih meyakini tanduknya digunakan untuk bertarung disaat musim kawin atau sebagai daya tarik terhadap lawan jenis.

  1. Acrocanthosaurus

acrocanthosaurus

Hidup pada awal periode kapur. Keunikan dari spesies dinosaurus karnivora tersebut yaitu memiliki tulang punggung memanjang dari belakang leher hingga ujung ekor. Masih menjadi perdebatan tentang apa fungsi sebenarnya tulang punggung berbentuk duri dari karnivora seberat 2.3 ton ini. Sebagai pemikat lawan jenis. Mengendalikan suhu tubuh dengan cara mengalirkan darahnya ke duri-duri tulang punggungnya, sebagai menyimpan cadangan makanan berupa lemak atau bisa jadi sebagai anggota tubuh untuk memikat lawan jenis.

  1. Deinonychus

deinonychus

Masih berkerabat dengan Velociraptor / Raptor. 1 dari 3 jari kakinya mempunyai cakar yang besar berbentuk sabit. Mengingatkan tentang salah satu scene di film jurassic park 3 dimana dinosaurus karnivora, raptor. Menusukan cakarnya kepada tubuh manusia dan kemudian meninggalkannya sebagai jebakan. Tidak heran karena arti nama dari Deinonychus sendiri adalah “Cakar mengerikan”.

Cakar sebagai senjata berburunya memiliki panjang 12 cm. Memiliki cara berjalan yang berbeda dari dinosaurus karnivora lainya, dimana cakarnya harus tetap tidak menyentuh tanah atau diangkat sementara dua lainya memijak agar cakar tersebut tidak terjadi tumpul. Para ahli juga berpendapat mereka memburu daging hidup dan memakannya secara berkelompok. Tapi ada juga yang beranggapan bahwa Deinonychus berburu secara individual.

  1. Spinosaurus, Dinosaurus Terbesar

spinosaurus, dinosaurus terbesar

Dinosaurus terbesar dan terpopuler pada Zaman Kapur dengan panjang 18 m dan bobot hingga 9.000 kg. Penelitiannya sempat terkendala karena fosil temuan Erns Stromer sempat rusak dikarenakan Perang Dunia 2. Kemudian mulai dilanjutkan kembali setelah beberapa fosilnya berhasil ditemukan.

Penemuan tulang terbaru dinosaurus spinosaurus di Sahara, Maroko, membuat misteri pertanyaan di kalangan para paleontologi tentang bagaimana gaya hidup kadal pemakan daging ini mulai menemukan titik terang.

Kerangkanya ditemukan oleh seorang paleontologi bernama Nizar Ibrahim. Dirinya mulai terkejut sesampai pada bagian mengambil tulang ekor. Karena berbeda dengan fosil-fosil sebelumnya yang sudah ditemukan. Pada bagian ekor dari fosil temuannya memiliki layar yang diasumsikan olehnya bahwa bagian dari ekor itu bisa digunakan untuk bergerak di dalam air.

Sesampainya setelah terkumpul, disusun ulang lalu melihat gambaran secara meluruh. Dirinya lalu mengirimkan rekonstruksi ekor spinosaurus kepada rekannya di Universitas Harvard. Untuk kemudian dibuat replika plastiknya lalu dilakukan uji gerak dalam air, membandingkannya ekor spinosaurus ini dan ekor dinosaurus lainya. Menampilkan hasil, ekor spinosaurus memiliki layar temuannya lebih memiliki daya dorong di dalam air.

Nizar kemudian menyimpulkan bahwa, dinosaurus karnivora memiliki ukuran terbesar melebihi T-rex ini juga bisa berenang didalam air.

Pembuktian lain yang memperkuat bahwa spinosaurus beradaptasi di air adalah gigi dan moncong seperti buaya, Tulang padat berfungsi mengatur daya apung, ditambah kaki belakang yang pendek membuatnya tidak cocok digunakan untuk berlari.

  1. Suchomimus

suchomimus, kerabat dari spinosaurus

Penampilannya merupakan perpaduan antara T-rex dengan buaya ditambah lubang hidungnya tepat berada di ujung moncongnya. 100 pasang giginya juga berbentuk runcing polos tanpa gerigi yang tidak seperti jenis dinosaurus pemakan daging lainnya.

Masih berkerabat dengan spinosaurus, bukti tersebut didasari dengan punggung dan ekor bersirip daging walaupun tidak berlayar lebar.

Penemuannya fosilnya melingkupi gurun pasir Sahara, Afrika. Walaupun sekarang terlihat tandus dan berpasir. Jutaan tahun lalu, wilayah tersebut merupakan tempat berair dan juga rawa. Membuat suchomimus menyukai tempat ini untuk mencari mangsa berupa ikan, binatang kecil hingga sedang bahkan bangkai.

Bobot tubuhnya lebih kecil dari dinosaurus sebelumnya, berkisar 6 ton dengan 12 m panjang nya.

Penyebarannya selama 13 juta tahun hidupnya di bumi pada periode akhir jura dan awal periode kapur telah membuatnya menyebar hingga melintasi Afrika, Eropa, Amerika Selatan bahkan Asia.

  1. Baryonyx

baryonyx, dinosaurus pemancing ikan

Sekitar 70 persen fosil dinosaurus karnivora baryonyx sudah berhasil disusun kembali termasuk tengkoraknya untuk mengetahui bagaimana wajah sesungguhnya dari dinosaurus sebesar 1.700 kg.

Memiliki kaki belakang yang besar sebagai theropoda, tetapi tangannya juga besar dengan 1 dari 3 jarinya memiliki cakar berukuran 30 cm. Membuat para ahli berpikir bahwa baryonyx juga bisa berjalan dengan empat kaki.

Selain itu para peneliti fosil berpendapat bahwa baryonyx adalah pemancing ikan. Dibuktikan dengan cakar yang besar sebagai kail pancing dan rahang yang tidak cocok untuk memangsa hewan ukuran besar. Dikarenakan mulutnya yang panjang dan ramping seperti buaya. Dengan bagian atas mulut terdapat gigi yang dua kali jumlah kiki bawahnya, sekitar 64 gigi. Cukup gampang membayangkan karnivora ini sedang nungging di sungai untuk menombak ikan.

  1. Carnotaurus, Dinosaurus Karnivora Bertanduk

carnotaurus, dinosaurus karnivora bertanduk

Periode akhir kapur yang berlangsung dari 99.5 - 65.5 juta tahun lalu merupakan periode paling termuda era Mesozoikum. Menjadi masa dimana dinosaurus karnivora besar menguasai dunia, seperti Tyrannosaurus Rex dan Giganotosaurus. Sebagian besar dinosaurus terkenal yang ada di film berada pada periode ini.

Bila mencari dinosaurus karnivora besar bertanduk, maka inilah jenisnya. Arti namanya saja sudah mendeskripsikan bagaimana penampilannya, “Banteng pemakan daging”. Walaupun panjang tubuhnya setengah dari T-rex, hanya 7,5 m diikuti bobot tubuh 1.730 kg lalu tinggi 2,7 m.

Ciri fisiknya meliputi mata yang menghadap ke depan, menandakan penglihatan binokuler terbatas, menjadikannya tidak bisa melihat mangsa yang berada tepat di bawahnya karena terhalang oleh moncong yang besar. Kulitnya dipenuhi tonjolan tersebar di seluruh tubuhnya hingga ke ekor, dibuktikan melalui temuan fosilnya. Tanduk berada di atas matanya, diperkirakan berfungsi untuk menarik pasangan saat musim kawin. Memiliki tangan yang pendek.

  1. Deinosuchus, Nenek Moyang Alligator

deinosuchus, nenek moyang alligator

Bisa dibilang bahwa deinosuchus merupakan nenek moyang dari aligator, penampilannya juga tidak jauh berbeda dan bisa dibilang apa yang berubah adalah ukurannya yang jauh lebih besar.

Bila menengok aligator terbesar sekarang, pernah ditemukan di Florida dengan panjang 5,3 m. Maka nenek moyangnya bisa berukuran dua kali lipatnya, 10 - 12 m. Bobot berkisar 2.2 - 3.3 ton.

Kemungkinan gaya hidup dinosaurus karnivora, Deinosuchus itu sama seperti keturunannya sekarang.

Rahang alligator diciptakan untuk mencengkram mangsanya, tidak melepaskannya dan menyeret mangsanya ke dalam air. Membuat teror untuk para dinosaurus herbivora yang ingin minum di pinggir sungai. Dengan bobot tubuhnya, membuat perkiraan bahwa kekuatan gigitan rahang deinosuchus dua kali lipat dibandingkan aligator jaman sekarang.

Selain congornya sebagai bentuk penyerangannya, ada juga ekor untuk mencambuk dan memukul mundur lawan.

Kebanyakan dari fosilnya ditemukan di wilayah Amerika Utara.

  1. Mosasaurus

mosasaurus

Lihatlah penyelamat kita dalam film Jurassic World kesatu. Saking dominus rex gak ada tandingannya, mosasaurus tiba-tiba datang dan menyeretnya ke air. Sungguh plot twist film.

Hidup pada periode akhir zaman kapur dengan menempati posisi teratas sebagai predator laut. Cara mosasaurus berevolusi seperti paus, dimana leluhurnya berasal dari daratan yang kemudian masuk ke dalam laut. Membuatnya harus bernafas menggunakan paru-paru.

Sebagai hewan karnivora air di zaman prasejarah. Mosasaurus bukanlah dinosaurus, melainkan lepidosaur. Lepidosaur merupakan kelompok reptil dengan sisik bertumpang tindih. Lebih mudahnya mari kita lihat hewan di masa sekarang yang bersisik tumpang tindih yaitu ular, kadal, dan tuatara.

Tengkorak kepala yang fleksibel dan rahang berengsel ganda layaknya ular, membuatnya dapat memakan mangsa bahkan berukuran lebih besar darinya.

Binatang laut prasejarah lebih memiliki kesempatan untuk terfosil dan terawetkan ketika mati di laut, dibandingkan binatang yang berada di darat.

Tempat terkenal untuk bisa menemukan fosil mosasaurus adalah kota Maastricht di Belanda. Disana banyak sekali ditemukan fosil mosasaurus, bermula dari seorang pekerja tambang yang tidak sengaja menemukan tulang tengkorak reptil karnivora air pada tahun 1764 ketika sedang bekerja. Tetapi fosil itu baru teridentifikasikan ketika abad ke-19.

Ukuran dan berat tubuhnya tidak lebih besar daripada paus biru. Bila paus biru memiliki panjang hingga 25 m dan sampai 50 - 150 ton. Maka mosasaurus hanya berkisar 17 m dengan ukuran terbesar tidak lebih dari 20 ton.

  1. Pteranodon, Pterosaur Terbesar

pteranodon, pterosaur terbesar

Sebagai pterosaur terbesar, hidupnya selalu berkelompok. Langit menjadi habitat untuk dinosaurus karnivora pemakan ikan ini. Penampilannya lebih mirip dengan kelelawar daripada seekor burung, karena tidak ada bulu di tubuhnya. Apa yang membuat mereka bisa terbang adalah sayap dari jaringan kulit mereka dengan rentang lebarnya mencapai 11 meter ditambah tulang berongga.

Apa yang membuat para paleontologi yakin bahwa daging hewan air / ikan sebagai santapannya adalah ditemukannya fosil tulang ikan di perut pteranodon. Selain itu mulut mereka berbentuk paruh dengan rahang bawah lebih pendek dibandingkan rahang atas dan dilengkapi kantung seperti seperti halnya burung pelikan.

Related Posts

Related Posts

Posting Komentar